kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

Bahan kimia dalam kehidupan dikelompokkan menjadi bahan kimia dalam rumah tangga (pembersih, pemutih, dan pembasmi serangga) dan bahan kimia dalam makanan (pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap).
1. Pembersih
Bahan pembersih dalam rumah tangga kimia berfungsi untuk menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan.
a.Sabun
Sabun ditemukan oleh bangsa Mesir kuno. Ssabun terbuat dari lemak nabati atau hewani yang dipanaskan dengan larutan alkali seperti natrium hidroksida (sabun kerras) dan kalium hidroksida (sabun cair).
b.Detergen (pembersih sintetik)
Pembersih yang terdiri dari zat aktif permukaan (surfaktan), bahan pengisi, pemutih, pewangi, penimbul busa, optical brightener (bahan cemerlang), dan bahan aktif liniar alkil sulfonat bahan (LAS) atau natrium benzenasulfonat (Na-ABS).
Detergen memiliki pH sangat basa (9,5-12) yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kulit terasa kering, melepuh dan retak-retak, kulit tangan gampang mengelupas, hingga timbulnya eksim kulit semacam bintik-bintik gatal berair ditelapak tangan maupun kaki. Jika kulit menyentuh detergen segera dibilas air bersih dan dikeringkan.
Bahan aktif ABS dalam detergen merupakan bahan kimia yang sukar terurai oleh mikroorganisme, sehingga mencemarkan air dan tanah. . Jika air sungai dan tanah sudah tercemar limbah detergen, dikhawatirkan bahan kimianya terakumukasi dalam jaringan tubuh yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif semacam tumor atau kanker.
Efek samping tersebut dapat dikurangi dengan cara memilih detergen ramah lingkungan. Lihat kemasan bertuliskan Biodegradable, yaitu bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme seperti LAS (bahan aktif ramah lingkungan karena struktur kimianya. Berbentuk rantai liniar). Kita harus ikut mencegah pencemaran lingkungan dengan cara meminimalkan pemakaian detergen sesuai takaran yang dianjurkan.
c.Sampo
Sampo mengandung bahan aktif surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter sulfat, natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium.
d.Pasta Gigi
Bahan aktif dalam pasta gigi berupa sodium monofluorofosfat dan kalsium gliserofosfat yang berfungsi memperkuat lapisan email gigi agar gigi sehat dan kuat. Jika digunakan secara berlebihan menyebabkan menipisnya email gigi.
e.Karbol
Bahan aktif yang terdapat dalam karbol berupa fenol (asam karbolat), asam klorida (HCL) untuk membunuh kuman-kuman. Bahan ini juga mengandung racun jika digunakan berlebihan akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.
2. Pemutih
a.Pemutih Pakaian
Bahan aktif yang terdapat dalam pemutih pakaian berupa larutan natrium hipoklorit (NaClO) 5,25%. Selain sebagai pemutih bahan aktif ini juga berfungsi menghilangkan bau dan membunuh kuman (desinfektan).
Pencampuran natrium hipoklorit dan asam klorida akan menghasilkan gas klorin. Gas ini dapat merusak tenggorokan dan sistem pernafasan. Jika gas klorin terhirup dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian.
b.Pemutih Kosmetik
Bahan aktif yang terdapat dalam pemutih kosmetik adalah hidrokuinon (awet muda, tidak berkerut, dan tampak putih), dan Tretinoin (bahan kimia turunan vitamin A) untuk menghilangkan jerawat, membuat kulit tampak putih dan lembut.
Hidrokuinon juga dapat merusak kulit seperti terbakar jika krim yang digunakan mempunyai kepekatan tinggi. Jika digunakan dalam waktu lama mengakibatkan benjolan kekuningan pada kulit (okronosis). Jika termakan dalam jumlah 5-15 gram, dapat mengakibatkan kerusakan sel darah merah (anemia hemolitik).
Tretinoin juga dapat mengikis lapisan kulit sedikit demi sedikit sama seperti hidrokuinon. Semasa bahan ini digunakan, kulit akan kelihatan merah, terasa pedih, kering, dan gatal-gatal. Bahan ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan kecacatan janin.
3. Pewangi
Bahan aktif yang digunakan untuk pewangi badan berupa triklosan. Sedangkan bahan aktif ammonium klorida 5% untuk pewangi pakaian. Benzil alkohol, benzil asetat, etanol, limone, dan linanol digunakan dalam pewangi ruangan.
Pewangi umumnya mengandung hidroalkohol yang dicampur alkohol dengan konsentrasi 50-90%. Jika tertelan, senyawa ini dapat menyebabkan Penekanan fungsi otak dan menyebabkan kantuk.
4. Pembasmi Serangga (insektisida)
Ada dua golongan bahan kimia yang digunakan untuk insektisida:
1.Insektisida organik, berasal dari unsur-unsur senyawa karbon, missal DDT.
2.Insektisida anorganik berasal dari unsur-unsur yang bukan senyawa karbon. Contohnya natrium arsenat, aldrin, endrin, dieldrin, kalsium sianida, dan tembaga (II) Sulfat.
Pestisida memang dapat membunuh hama yang menyerang tanaman , tetapi sisa-sisa pestisida yang masuk ke sistem perairan dapat membunuh plankton (makanan ikan kecil). Plankton yang masih hidup dan mengandung DDT dimakan oleh ikan-ikan kecil yang pada akhirnya dikonsumsi oleh manusia sehingga mengakibatkan keracunan.
Gas yang disemprotkan dari pembasmi serangga dapat menyebabkan muntah-muntah, sesak nafas, kejang bahkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu setelah menyemprotkan insektisida ke ruangan, jendela harus dibuka supaya banyak udara yang masuk keruangan.
Selaain dari insektisida, pencemaaran lingkungan dapat juga disebabkan oleh pupuk. Sisa pupuk yang masuk ke sistem air menyebabkan ganggang tumbuh subur sehingga menutupi permukaan air (eutrofikasi)
Dampak negatif bahan-bahan kimia yang terdapat dalam rumah tangga dapat dikurangi dengan beberapa cara berikut:
1.Penggunaan sesuai jenis dan fungsinya.
2.Pemakaian sesuai aturan dan dosis yang ditentukan pada label kemasannya.
3.Meletakkan di tempat yang aman dari api dan panas matahari.
4.dijauhkan dari makanan dan jangkauan anak-anak.
5.menggunakan pelindung sapu tangan atau masker dalam pemakaiannya.
Share this article :
 

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BAHAN AJAR GURU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger