Penelitian Sosial Sederhana

Penelitian Sosial Sederhana

Jenis-jenis Penelitian
a. Berdasarkan hasil yang diperoleh:
- penelitian dasar
- penelitian terapan
b. Berdasarkan bidang yang diteliti:
- penelitian sosial
- penelitian eksakta
c. Berdasarkan tempat penelitian:
- penelitian lapangan
- penelitian kepustakaan
- penelitian laboratorium
d. Berdasarkan teknik yang digunakan:
- penelitian survey
- penelitian percobaan
e. Berdasarkan keilmiahannya:
- penelitian ilmiah
- penelitian non-ilmiah
f. Berdasarkan spesialisasi ilmu garapannya:
- penelitian bisnis
- penelitian komunikasi
- penelitian hukum
- penelitian pertanian
- penelitian ekonomi
g. Berdasarkan kedalaman penelitiannya:
1). Penelitian eksplorasi, yaitu penelitian yang bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
2). Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bermaksud memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai.
3). Penelitian eksplanasi/analitis, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.



Rancangan Penelitian


Proses / Tahapan Penelitian
1. Merumuskan masalah penelitian.
2. Merumuskan rancangan penelitian.
3. Memilih metode penelitian.
4. Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian.
5. Membuat laporan penelitian.
6. Mempresentasikan hasil penelitian.

Konsep dan Variabel

Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.


Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.

Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai sutu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh: variabel dari konsep pendidikan adalah jenjang pendidikan.

Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.

Contoh :
prestasi belajar > variabel terikat
ketekunan belajar > variabel bebas
(Ketekunan belajar merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi prestasi belajar)

Hubungan antar Variabel

a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya".
"Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya".

b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul".


Merumuskan Masalah Penelitian dan Menyusun Hipotesis


Masalah Penelitian
Pertimbangan dalam memilih masalah penelitian atau menentukan topik penelitian :
a. Masalah dapat diteliti.
b. Masalah yang diteliti memberikan manfaat.

c. Menarik dan penting untuk diteliti. 
   Karena menarik minat, peneliti akan semangat menyelesaikan kegiatan penelitiannya sesuai jadwal.
(UN 2010, 2011)

d. Dapat diperoleh data yang relevan. 
(UN 2010)

Menyusun Hipotesis
Bentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT "X" di kota "J"
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT "X" di kota "J" adalah 100 buah per hari.

b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek "P" apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek "Q"
Hipotesis : Daya tahan TV merek "P" lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek "Q".

c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT "A".
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT "A".

Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).

Model Penelitian
a. Penelitian kuantitatif : menggunakan statistik
    1) Penelitian eksplanantif
b. Penelitian kualitatif : tidak menggunakan statistik
    1) Penelitian deskriptif : menjelaskan gejala sosial dalam masyarakat   
(UN 2011)

Populasi dan Sampel
Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu.
Sampel adalah sebagian dari populasi.

Populasi Target dan Populasi Survei
Populasi target : populasi yang telah ditentukan.
Populasi survei : populasi yang terliput dalam penelitian.

(Pada saat penelitian, bisa jadi ada sebagian anggota populasi yang menolak untuk menjadi sumber informasi. Berarti jumlah anggota populasi berkurang. Anggota populasi lain, yang memberikan informasi, itulah yang dinamakan populasi survei.

Teknik pengambilan sampel :

 1. Sampel acak (random sampling)  
 Semua objek penelitian dalam penelitian dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
(UN 2008, 2010) 

a. Simple random sampling

b. Stratified random sampling  atau sampel acak distratifikasikan
(UN 2009)

Penentuan jumlah sampel tiap stratum bisa secara :
- proporsional
Contoh soal :
Peneliti melakukan penelitian dengan sampel dari kelas X sebanyak 20 siswa, kelas XI sebanyak 20 siswa, dan kelas XII sebanyak 40 siswa karena siswa kelas XII dua kali lebih banyak. Sampel yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah ....
(UN 2010)
Catatan : kalau sampelnya dipilih secara tidak acak, maka dinamakan quota sampling.

- tidak proporsional


c. Cluster sampling
Contoh :
Penelitian tentang pendapat karyawan terhadap kebijakan perusahaan. Karyawan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan departemennya masing-masing. Peneliti mengundi secara acak departemen-departemen dari perusahaan tersebut dan mengambil beberapa sampel. Departemen yang terpilih, semua karyawannya menjadi sampel.

d. Systematic sampling

e. Area sampling
Contoh :
Pemerintah kota Surabaya melakukan penelitian tentang tingkat pendidikan masyarakat. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan penduduk yang tersebar dalam beberapa kecamatan.
(UN 2011)




2. Sampel tidak acak (nonrandom sampling)
a. Convenience sampling
b. Purposive sampling


c. Snowball sampling 
Contoh :
Untuk mengetahui jaringan pengedar narkoba, peneliti cukup mencari seorang pengedar narkoba. Dari seorang pengedar narkoba tersebut peneliti mendapat informasi siapa lagi yang menjadi pengedar narkoba. Demikian seterusnya.


Silakan download materi Teknik Sampling untuk mengetahui lebih lanjut.

Teknik Pengumpulan Data

a. Teknik kuesioner/angket.
Bentuk pertanyaan:
a. Pertanyaan tertutup: disediakan pilihan jawaban.
b. Pertanyaan terbuka: tidak disediakan pilihan jawaban.
c. Pertanyaan setengah terbuka: disediakan pilihan jawaban tapi juga memberikan kemungkinan jawaban lain.

- Kelemahan angket berstruktur dibandingkan dengan wawancara :
   jawaban angket terbatas dibandingkan dengan wawancara
   (UN 2008)

Kelemahan penggunaan angket tertutup : pilihan jawaban seringkali tidak mencakup jawaban responden.

- Kelebihan teknik pengumpulan data dengan angket :
   a. Mudah diisi sesuai keadaan responden
   b. Kemungkinan angket dikembalikan oleh responden cukup besar
   (UN 2011)
  
b. Teknik wawancara.
- Wawancara berstruktur : ada daftar pertanyaan yang rinci
- Wawancara tidak berstruktur : hanya ada pedoman wawancara secara global

Kekuatan pengumpulan data melalui interview :
a. Dapat memperoleh data yang lebih mendalam.
b. Cocok bagi responden berpendidikan rendah.
(UN 2010)

c. Observasi.

- Observasi terlibat (observasi partisipasi) : pengamat ikut berinteraksi dengan masyarakat yang diamati.  
(UN 2009, 2010, 2011)

Contoh :
Seorang peneliti meneliti upacara adat di Minangkabau. Ia berada dan ikut dalam prosesi di acara tersebut sehingga data yang diperoleh lebih akurat.

(UN 2010)


- Observasi tidak terlibat (observasi non-partisipasi) : pengamat tidak berinteraksi dengan masyarakat yang diteliti.

Jenis data berdasarkan cara memperolehnya:

a. Data primer: langsung dari lapangan.
(UN 2011)
Contoh soal :
Sekelompok siswa kelas XII IPS sebuah SMA melakukan pengamatan dan wawancara dengan para sopir angkutan umum kota guna memperoleh data mengenai tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, lama bekerja dalam sehari, pendapatan kotor, jumlah uang yang harus disetorkan kepada perusahaan dan lain-lain. Dilihat dari cara memperolehnya, data tersebut termasuk jenis ....
(UN 2010)
Catatan :
Kalau hanya membaca kalimat pertama, bentuk data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif, tapi karena yang ditanya adalah jenis data berdasarkan cara memperolehnya, maka jawabannya adalah primer.

(UN 2011)

b. Data sekunder: dari sumber yang sudah ada/hasil penelitian. Misalnya data dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Jenis data berdasarkan sifatnya
1. Data kuantitatif : data yang berupa angka.
2. Data kualitatif   : data yang berupa deskripsi.

Prosedur pengolahan data :
1. Pengolahan data
a. Editing : proses meneliti kembali data yang telah terkumpul untuk mengetahui apakah data tersebut cukup baik.
Hal-hal yang perlu diedit pada data :
1) Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk.
2) Kelengkapan pengisian.
3) Dipenuhi tidaknya instruksi sampling.
4) Keserasian.
5) Apakah isi jawaban dapat dipahami.

b. Coding : pemberian kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.

2. Pengorganisasian data : membuat tabel (tabulasi), baik tabel frekuensi maupun tabel silang.
(UAS 2007)

Peneliti mengolah data yang masih mentah dan belum sistematis dengan cara : membuat tabel data.
(UN 2011)

3. Penemuan hasil : interpretasi data, analisis data, dan menarik kesimpulan

Statistik sederhana.
- Distribusi frekuensi
- Kecenderungan terpusat :
a. mean (rata-rata)
b. modus (nilai yang sering muncul)
c. median (nilai tengah)

Contoh menentukan mean, modus, dan median untuk data tunggal :
Diketahui : Nilai ulangan sosiologi kelas XII 70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100
Ditanya : mean, modus, median?
Jawab :
a. Mean = jumlah nilai : jumlah data
= (70+70+80+80+80+90+90+100+100) : 9
= 760 : 9
= 84,4

b. Modus = nilai yang paling sering muncul (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) =80

c. Median = nilai yang ada di tengah (70, 70, 80, 80, 80, 90,90, 100, 100) = 80

Hasil Penelitian Sosial

Interpretasi Data  
(UN 2008, 2009, 2010, 2011)

Contoh soal :
Data angka pengangguran di Indonesia (Kompas, 17 Februari 2009) sebagai berikut :

Berdasarkan tabel tersebut, prestasi terbaik dalam mengatasi pengangguran tertinggi terjadi pada tahun : 2007
(UN 2010)
Catatan : yang ditanya adalah prestasi mengatasi pengangguran tertinggi, bukan angka pengangguran tertinggi, berarti yang dilihat adalah penurunan pengangguran tertinggi.
Tahun 2005 : terjadi kenaikan 1,3%
Tahun 2006 : terjadi penurunan 0,9%
Tahun 2007 : terjadi penurunan 1,2% (paling tinggi)
Tahun 2008 : terjadi penurunan 0,6%


Laporan Penelitian

Peneliti menyusun laporan hasil kegiatan penelitian agar dapat dibaca oleh masyarakat ilmiah.

Manfaat penyusunan laporan hasil penelitian :
 - Berpikir objektif : mendapatkan data empiris tentang kehidupan sosial  
(UN 2009)


Fungsi akademik dari laporan hasil penelitian :
-mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(UN 2011)

Format laporan penelitian
1. Bagian pembukaan.
a. Halaman judul.
b. Kata pengantar.
c. Abstrak.
d. Daftar isi, tabel, dan gambar

2. Bagian isi laporan
a. Pendahuluan.
Perumusan latar belakang penelitian berdasarkan :
- Cara berpikir faktual (UN 2008)
b. Landasan teori dan tinjauan pustaka.
c. Metodologi penelitian.
d. Gambaran umum objek penelitian (jika ada)
e. Pembahasan dan analisis.
f. Kesimpulan.

3. Bagian penutup.
a. Daftar pustaka.
b. Lampiran

Cara Menulis Daftar Pustaka
(Sumber dari buku)

Diskusi Hasil Penelitian
Manfaat diskusi hasil penelitian :
1. Siswa berani untuk mengeluarkan pendapat.
2. Siswa mampu berfikir secara kritis dan inovatif.
3. Memupuk rasa toleransi antar-siswa pasca diskusi kelas.
4. Siswa berani tampil untuk mempraktekan apa yang telah ditelitinya.
(UN 2008)


Referensi

Lawang, M. Z. Robert. 1980. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Malo, Manasse. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5. Jakarta:Karunika.
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact.
Soal UAS Sosiologi SMA 2007
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011
 

Lembaga Sosial

Lembaga Sosial

Hakikat Lembaga Sosial

Beda antara Pranata (Lembaga) dan Asosiasi
Pranata : sistem norma yang mengatur masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Asosiasi : pelaksana dari pranata.

Contoh : aturan tentang perkawinan (pranata), dilaksanakan oleh KUA (asosiasi).

Tujuan lembaga atau pranata sosial : memenuhi kebutuhan masyarakat.
(UN 2010)

Ciri-ciri Lembaga Sosial

Ciri-ciri Lembaga Sosial
(UN 2009)
1. Memiliki simbol/lambang tertentu.
Contoh :
-simbol lembaga pendidikan :
- simbol lembaga keluarga :



2. Memiliki tujuan tertentu.
3. Memiliki alat perlengkapan untuk mencapai tujuan.
Contoh :
- lembaga keluarga mempunyai tujuan untuk mendidik anak-anak agar cerdas, maka lembaga keluarga memerlukan adanya buku-buku ilmu pengetahuan atau komputer yang mempunyai akses internet.
- lembaga politik mempunyai tujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat, maka lembaga politik memerlukan berbagai sarana untuk menampung aspirasi rakyat apakah lewat internet (berarti perlu komputer), menerima rakyat yang langsung menyampaikan aspirasi (berarti perlu tempat atau ruangan untuk menerima rakyat), dan lain-lain.
4. Memiliki tradisi (aturan) tertulis dan tidak tertulis.

Fungsi Lembaga Sosial

Lembaga-lembaga Pokok dalam Masyarakat
1. Lembaga Keluarga
Fungsi lembaga keluarga :

- Fungsi reproduksi : saluran untuk melanjutkan keturunan (fungsi esensial).
(UN 2008)

- Fungsi afeksi : kasih sayang.
 a. Memberikan rasa tentram dan kehangatan bagi anggotanya
b. Memperhatikan ketercukupan kebutuhan psikologis dan kasih sayang
c. berbagi cerita kepada anggota keluarga
d. Berekrasi bersama anggota keluarga
(UN 2009, 2010)

- Fungsi sosialisasi : membentuk kepribadian anak.

Contoh :
a. Ibu mengajari anak cara berbicara dengan orang yang lebih tua
b. Bapak memberi contoh bagaimana bersikap baik kepada orang lain
(UN 2011)

- Fungsi edukatif : memberikan ilmu.
- Fungsi proteksi : menjaga anggota keluarga dari gangguan pihak lain.
- Fungsi ekonomi : memenuhi kebutuhan keluarga.

Lembaga sosial yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hidup, bersifat informal, dan berfungsi untuk pewarisan budaya secara alamiah adalah : keluarga.
(UN 2010)

2. Lembaga Agama
Fungsi lembaga agama :
- menuntun manusia dalam rangka menemukan kedamaian hakiki
(UN 2008)

- mempersatukan komunitas atas dasar keyakinan (fungsi lembaga agama bagi kepentingan integrasi kelompok intern umat)
(UN 2008)

Fungsi lembaga pendidikan agama bagi kelangsungan hidup masyarakat terkait dengan membangun kepribadian individu yang berakhlak mulia :
memberikan dasar moral bagi individu
(UN 2011)

3. Lembaga Politik
Tujuan dibentuknya partai politik : menyalurkan aspirasi yang berkembang di masyarakat. (UN 2009)

4. Lembaga Ekonomi
Fungsi lembaga ekonomi : mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

- Mengatur kebutuhan hidup rakyat
(UN 2010)

5. Lembaga Pendidikan
Fungsi lembaga pendidikan :
- meningkatkan kedudukan sosial / melakukan mobilitas vertikal
(UN 2009, 2010)

6. Lembaga Hukum
Ciri lembaga hukum :
a. Memiliki kitab undang-undang sebagai acuan
b. Timbangan sebagai lambang keadilan masyarakat
(UN 2011)

Referensi
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact.

Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011
 

Perubahan Sosial (Social Change)

Perubahan Sosial (Social Change)

Pengertian perubahan sosial :
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. (Selo Soemardjan)

Faktor pendorong perubahan sosial :
1. Sistem pendidikan formal yang maju.
2. Sikap menghargai karya orang lain dan keinginan untuk maju.
3. Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat.
4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
5. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
6. Penduduk yang heterogen.
7. Orientasi ke masa depan yang lebih baik.

8. Adanya kontak dengan kebudayaan lain.
Difusi budaya : proses penyebaran budaya dari suatu masyarakat ke masyarakat lain.
(UN 2010)

Faktor penghambat perubahan sosial :
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
2. Adanya adat atau kebiasaan yang sulit diubah
3. Adanya kepentingan yang tertanam kuat (vested interests)
4. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
6. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.

7. Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
8. Prasangka terhadap hal-hal baru dan asing.
(UN 2011)

Jenis atau Bentuk Perubahan Sosial 

a. Perubahan cepat dan perubahan lambat

1) Perubahan cepat (revolusi)
Contoh : revolusi Rusia.
*Revolusi : perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.
Revolusi mencoba untuk menempatkan pemerintahan baru.

Syarat terjadinya revolusi :
a. Harus ada keinginan untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya pemimpin yang mampu memimpin masyarakat.
c. Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan masyarakat dan merumuskan menjadi program.
d. Pemimpin tersebut dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat.
e. Harus ada momentum yang tepat untuk memulai gerakan.

2) Perubahan lambat (evolusi)
Contoh :
perkembangan sistem berburu dan meramu ke sistem pertanian modern
(UN 2010)

b. Perubahan kecil dan perubahan besar
1) Perubahan kecil : pengaruh yang ditimbulkan tidak luas.
Contoh : perubahan mode pakaian.

2) Perubahan besar : pengaruh yang ditimbulkan luas.
Contoh : proses industrialisasi.

c. Perubahan direncanakan (planned change) / perubahan yang dikehendaki (intended change)  dan perubahan tidak direncanakan (unplanned change) / perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change)


1) Perubahan direncanakan/perubahan yang dikehendaki : perubahan yang diproses melalui suatu program atau rencana tertentu agar menghasilkan suatu perubahan tertentu.
Contoh : program Keluarga Berencana (KB) untuk menghasilkan keluarga sejahtera.

Pelaku perubahan (agent of change) : pihak-pihak yang menghendaki perubahan.

2) Perubahan tidak direncanakan/perubahan yang tidak dikehendaki : perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat.
Contoh :
a. PHK mednyebabkan pengangguran meningkat dengan pesat
b. Penggunaan mesin pertanian memicu berkembangnya sikap individualis

d. Perubahan Struktural dan Perubahan Proses

1) Perubahan struktural : perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat.
Contoh :
Perubahan sistem pemerintahan dari kerajaan menjadi republik.

2) Perubahan proses : perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya.
Contoh :
Perubahan dalam kurikulum pendidikan yang menyempurnakan kurikulum sebelumnya.

Dampak Perubahan Sosial

Modernisasi
Pengertian modernisasi : transformasi sikap masyarakat dari tradisional menjadi modern sesuai dengan tuntutan zaman dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dampak positif modernisasi : adanya penemuan peralatan modern yang dapat membantu manusia.
- Dampak positif perubahan di bidang ekonomi : 
Kecenderungan masyarakat untuk menabung guna menyejahterakan dirinya di masa mendatang
 (UN 2008)

Dampak positif demokratisasi bagi masyarakat : meningkatnya partisipasi rakyat.
(UN 2010)

Dampak positif modernisasi di bidang teknologi infiormasi : tersebarnya berita dengan cepat ke seluruh dunia.
(UN 2011)

 Dampak negatif modernisasi : adanya peralatan canggih menimbulkan pengangguran.
- Dampak negatif pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan mengakibatkan : pencemaran lingkungan.
(UN 2008)

- Dampak negatif kemajuan teknologi :
Berkembangnya telepon selular (HP) yang didalamnya terdapat kamera, menyebabkan beredar gambar porno di kalangan pelajar SMA.
(UN 2008)

Syarat modernisasi :
1. Cara berpikir ilmiah
2. Sistem administrasi negara yang baik
3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur
4. Penciptaan iklim yang menyenangkan bagi masyarakat
5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin tinggi
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial

Globalisasi
Pengertian globalisasi : proses penyebaran unsur-unsur baru atau hal-hal baru khususnya yang menyangkut informasi secara duniawi melalui media cetak dan elektronik.

Dampak positif globalisasi : mempercepat keberhasilan pembangunan di bidang sumber daya manusia.
Dampak negatif globalisasi : goncangan budaya (culture shock), pergeseran nilai-nilai budaya, dan ketertinggalan budaya (cultural lag).

Westernisasi : pemujaan terhadap Barat yang berlebihan, pembaratan.
Contoh akibat negatif dari westernisasi :
Kesenangan mengunjungi tempat hiburan malam, pergaulan bebas, dan mengenakan pakaian seronok/minim, merupakan kebiasaan kelompok masyarakat tertentu.
(UN 2009)

Hedonisme : sikap yang cenderung mementingkan kesenangan lahiriah/dunia.
(UN 2011)


Penyebab Perubahan Sosial

Faktor-faktor penyebab perubahan sosial :

a. faktor internal :
penemuan baru
  (UN 2009) 
  
-Penemuan bahan bakar gas
(UN 2011)

- bertambah atau berkurangnya penduduk
- terjadinya pemberontakan atau revolusi
- pertentangan dalam masyarakat

b. faktor eksternal :
 - bencana alam
- masuknya kebudayaan dari masyarakat lain
- peperangan dengan negara lain



Referensi :
Kun Maryati dan juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Ganeca Exact.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010
 

Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural



Pengertian kelompok sosial :

himpunan manusia yang hidup bersama.

Kriteria himpunan manusia dapat disebut kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto :
1. Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, misalnya : nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain.
4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
5. Bersistem dan berproses.

Pembentukan Kelompok Sosial
Kelompok sosial terbentuk karena manusia memerlukan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Klasifikasi kelompok sosial menurut erat longgarnya ikatan antar anggota menurut Ferdinand Tonnies:


a. Paguyuban (gemeinschaft)
Paguyuban: kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal.


Ciri-ciri kelompok paguyuban :
- terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota
- hubungan antar anggota bersifat informal
(UN 2009, 2011)


Tipe paguyuban:
a. Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)
    Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan.

Kelompok genealogis : kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah.
Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan : nenek moyang.
(UN 2011)

b. Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)
    Contoh: Rukun Tetangga, Rukun Warga.

Komunitas : kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas.
Contoh :
Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk Rukun Tetangga. Selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga)
(UN 2010)

c. Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)
    Contoh: partai politik berdasarkan agama
b. Patembayan (gesselschaft)
Patembayan: kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek.
    
Ciri-ciri kelompok patembayan :
- hubungan antaranggota bersifat formal
- memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
(UN 2011)
- memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
- lebih didasarkan pada kenyataan sosial
(UN 2009)

Contoh patembayan : ikatan antara pedagang, organiasi dalam suatu pabrik atau industri.


Menurut Emile Durkheim, masyarakat desa memiliki solidaritas mekanis dan masyarakat kota memiliki solidaritas organis.


Masyarakat Multikultural


Pengertian masyarakat multikultural (multicultural society):
masyarakat yang terdiri dari banyak kebudayaan dan antara pendukung kebudayaan saling menghargai satu sama lain.

Jadi, masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang menganut multikulturalisme, yaitu paham yang beranggapan bahwa berbagai budaya yang berbeda memiliki kedudukan yang sederajat.

Ciri-ciri masyarakat multikultural menurut Pierre van den Berghe :
a. Segmentasi (terbagi) ke dalam kelompok-kelompok.
b. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan bersama).
c. Sering mengalami konflik.
d. Integrasi sosial atas paksaan.
e. Dominasi (penguasaan) suatu kelompok atas kelompok lain.

Tipe-tipe masyarakat multikultural :
a. kompetisi seimbang : kelompok-kelompok yang ada mempunyai kekuasaan yang seimbang.
b. mayoritas dominan : kelompok terbesar mendominasi.
Contoh : Indonesia, umat Islam mayoritas dan memegang kekuasaan.
c. minoritas dominan : kelompok kecil yang mendominasi.
d. fragmentasi : masyarakat terdiri dari banyak kelompok yang kecil, tidak ada yang mendominasi.


Bentuk-bentuk multikulturalisme:
a. Multikulturalisme isolasi
b. Multikulturalisme akomodatif
c. Multikulturalisme otonomi
d. Multikulturalisme kritikal/interaktif
e. Multikulturalisme kosmopolitan

Hubungan Struktur Sosial Masyarakat Multikultural dengan Proses Integrasi Sosial

Dalam struktur sosial masyarakat multikultural dapat terjadi proses interseksi sosial dan konsolidasi sosial.

Pengertian interseksi sosial : persilangan keanggotaan masyarakat.
Contoh interseksi sosial :
Keterangan :
A : Suku Jawa                   I  :  Islam
B : Suku Minang               II : Kristen
Penjelasan :
Si A dan B, berbeda suku bangsa tapi sama agamanya.


Contoh interseksi sosial dengan parameter agama dan pendidikan:
Pak Buyung: suku Minangkabau, sarjana, beragama Islam, pengusaha.
Pak Bejo: suku Jawa, sarjana, beragama Islam, Pegawai Negeri Sipil.                                    
(UN 2010)


Bila terjadi proses interseksi sosial dalam struktur sosial masyarakat multikultural, akan mendukung tercapainya integrasi sosial.
(Interseksi sosial berdampak positif terhadap integrasi sosial)


Pengertian konsolidasi sosial : penguatan keanggotaan masyarakat.
Contoh konsolidasi sosial :
Ikatan Keluarga Minang
Persatuan Masyarakat Betawi


Bila terjadi proses konsolidasi sosial dalam struktur sosial masyarakat multikultural, akan menghambat tercapainya integrasi sosial.
(Konsolidasi sosial, tanpa diiringi  perasaan nasionalisme, berdampak negatif terhadap integrasi sosial.)


Amalgamasi : perkawinan antar ras/suku.
Amalgamasi menyebabkan dalam masyarakat Indonesia dijumpai berbagai ras campuran.
(UN 2011)


Latar belakang terbentuknya masyarakat multikultural:


a. Bentuk wilayah : negara kepulauan.
Terjadi isolasi geografis yang menyebabkan terjadinya kemajemukan suku bangsa / kemajemukan budaya.
(UN 2008, 2010)


b. Keadaan geografis : letak yang strategis di antara dua samudra dan dua benua.
Orang asing masuk ke Indonesia, dengan penjajahan dan perdagangan, terjadi kemajemukan agama.
(UN 2008, 2009)


c. Perbedaan cuaca dan struktur tanah
Perbedaan cuaca dan struktur tanah menyebabkan terjadinya kemajemukan mata pencaharian.
(UN 2008)


Pengaruh Terbentuknya Masyarakat Multikultural terhadap Kehidupan Masyarakat


a. Konflik
Kondisi kemajemukan berpengaruh terhadap munculnya potensi : konflik horizontal.
(UN 2010)

b. Munculnya sikap primordialisme.
Primordialismepaham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak lahir, baik mengenai tradisi, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.
Contoh perilaku primordial :
a. Membentuk partai politik berdasarkan paham, ideologi, atau keterikatan pada faktor-faktor seperti suku bangsa, agama, dan ras
b. Memberikan prioritas atau perlakuan istimewa kepada orang-orang yang berasal dari daerah, suku bangsa, agama, atau ras tertentu.
(UN 2010)


Contoh primordial agama (memegang teguh ajaran dan norma agama):
Pengiriman Putri Indonesia ke ajang pemilihan Miss Universe, banyak mengalami penolakan dari para pemimpin agama.
(UN 2009)


c. Munculnya sikap etnosentrisme.
Etnosentrisme : sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.


Contoh sikap etnosentrisme
Sudah puluhan tahun keluarga Pak Slamet (suku Jawa) merantau di daerah Bitung, Sulawesi Utara. Selama berinteraksi dengan lingkungan barunya, mereka masih memegang prinsip dan budaya asalnya.
(UN 2009)


d. Munculnya sikap fanatik dan ekstrem.
Fanatik : sangat kuat meyakini ajaran atau mendukung suatu kelompok.


Kerusuhan antarsuporter sepak bola merupakan contoh negatif perilaku masyarakat multikultural yang didasari : fanatisme.
(UN 2008)


Ekstrem : fanatik, sangat keras dan teguh
Seorang ekstremis menganggap bahwa hanya pendapat kelompok sendirilah yang benar dan menolak pendapat dari luar kelompoknya. 
Dalam kehidupan multikultural, sikap ekstrem tersebut dapat merusak upaya untuk memperkuat proses : integrasi.
(UN 2010)


e. Politik Aliran : ideologi nonformal yang dianut oleh anggota organisasi politik dalam suatu negara.
Contoh : partai Islam, partai Kristen


Dampak positif dari berkembangnya politik aliran yang terwujud dengan banyaknya partai politik adalah: beragam saluran aspirasi.
(UN 2008)


Perilaku yang Sesuai dengan Masyarakat Multikultural


Bersikap toleran : menghargai kepercayaan / kebiasaan / pandangan yang berbeda.

Referensi :
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011
 

Mobilitas Sosial

Mobilitas Sosial

Pengertian mobilitas sosial :
perpindahan status seseorang atau kelompok dari satu kedudukan ke kedudukan lain.

Macam-macam mobilitas sosial :


1. Mobilitas horizontal : pada lapisan yang sama.
Contoh : Pak Fajar, yang sebelumnya mengajar di SMK, sekarang mengajar di SMA.

2. Mobilitas vertikal : pada lapisan yang berbeda.
a. Vertikal naik.
Contoh : Ketika masih remaja, para perwira tinggi TNI adalah taruna Akademi Militer.
(UN 2009) (UN 2008)
b. Vertikal turun.
Contoh : Megawati, yang sebelumnya menjadi presiden, sekarang menjadi rakyat biasa.

Vertikal naik-turun
Contoh :
Seorang anggota TNI yang sangat berprestasi berhasil mencapai pangkat perwira tinggi di kesatuannya, namun ia harus pensiun karena faktor usia.
(UN 2010)

3. Mobilitas intragenerasi : terjadi dalam satu generasi.
Contoh : Kakak dokter, adiknya guru. (Mobilitas intragenerasi vertikal turun)

4. Mobilitas antargenerasi : terjadi pada dua generasi atau lebih.
Contoh : Ayah dokter, anaknya dokter. (Mobilitas antargenerasi horizontal)

Saluran mobilitas sosial vertikal naik :
a. organisasi politik
(UN 2009)
b. organisasi ekonomi
c. perkawinan
(UN 2008)
d. organisasi keagamaan
e. organisasi pendidikan

Proses mobilitas sosial seorang individu atau kelompok melalui saluran-saluran dalam masyarakat dinamakan social circulation.

Lembaga pendidikan merupakan social elevator karena lembaga pendidikan dapat mengantarkan seseorang ke lapisan sosial atas, tahap demi tahap.

Faktor penghambat mobilitas sosial :
(UN 2008)
a. tingkat pendidikan yang rendah
b. sudah puas dengan apa yang dimiliki
 

Konflik Sosial




Pengertian 
Konflik : pertentangan.
Konflik sosial : pertentangan antaranggota masyarakat.

Contoh konflik : tawuran antarpelajar.

Pandangan tentang Konflik
a. Tradisional: konflik negatif karena dapat merusak solidaritas sosial.
b. Modern: konflik positif karena hidup menjadi dinamis.
c. Netral: konflik merupakan hal yang wajar karena manusia berbeda-beda sehingga akan timbul konflik.

Penyebab konflik dalam masyarakat :
a. perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
b. perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda

c. perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
Contoh :
Konflik yang diikuti dengan tindak kekerasan sering terjadi ketika polisi Pamong Praja menangani masalah penggusuran pedagang kaki lima yang berjualan di atas trotoar jalan.
(UN 2011)

d. perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat / perubahan sosial yang cepat
Contoh :
Reformasi Indonesia tahun 1998 mengubah sistem politik otoriter menjadi demokratis multi partai secara revolusioner. Namun reformasi tersebut juga menimbulkan berbagai konflik karena adanya pihak yang pro dan kontra.
(UN 2010)

Berbagai bentuk konflik dalam masyarakat:

a. Konflik horizontal (konflik nonvertikal) : konflik antar kelompok yang sederajat.
Contoh :
- Konflik antara Indonesia dan Malaysia tentang batas wilayah
- Tawuran antara pelajar SMA dan STM di kota tertentu
(UN 2010)

b. Konflik vertikal : konflik antar kelas sosial.
Contoh :
- Demonstrasi besar-besaran karyawan PT Dirgantara Indonesia
- Kerusuhan yang terjadi antara pekerja dengan managemen

- Demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah
- Aksi warga menolak penggusuran lahan untuk proyek pemerintah
(UN 2011)


c. Konflik diagonal : konflik yang terjadi karena ketidakadilan dalam alokasi sumber daya.
Contoh :
konflik antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengaturan penggunaan air dari sumber mata air.

d. Konflik rasial : konflik antarkelompok yang berbeda ras.
Contoh :
konflik antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Amerika (diskriminasi ras terhadap orang kulit hitam)

e. Konflik ekonomi
Contoh :
persaingan yang tidak sehat antar perusahaan dalam mempromosikan barang.


f. Konflik antar individu 
Contoh :

Si A berkelahi dengan si B karena memperebutkan tempat ternyaman di kelas.

g. Konflik tertutup : konflik yang hanya diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

h. Konflik politik
Contoh : konflik antarpartai politik peserta pemilu


Strategi Mengatasi Konflik

a. Cara produktif :

1) Withdrawal, yaitu menunggu sambil berusaha memahami situasi,  setelah kira-kira mampu dan yakin dapat berhasil, baru melangkah untuk mengatasinya.

(Withdrawal berarti penarikan)

2) Assertif, yaitu berusaha mengatasi secara tegas dan dengan cara yang baik, serta berusaha membina hubungan yang baik dengan pihak lain ditandai dengan adanya kemauan baik untuk saling mengerti dan memahami alasan, pertimbangan, dan kepentingan pihak lain.

(Assertive berarti tegas)

3) Adjusting, yaitu berusaha menyesuaikan diri dengan pihak lain.

(Adjusting berarti menyesuaikan)

b. Cara tidak produktif:

1) Avoidance, yaitu menghindar dari konflik.

(Avoidance berarti penghindaran)

2) Force, yaitu menggunakan kekuatan fisik, ancaman, teror, dan paksaan.

(Force berarti kekuatan, paksaan)

3) Mengabaikan adanya konflik karena menganggap konflik tersebut tidak penting.

4) Blame, yaitu menyalahkan orang lain karena sumber konflik tidak jelas.

(Blame berarti menyalahkan)

5) Silencers, yaitu bersikap supaya orang lain diam dengan cara menangis, menggunakan kata sarkasme yang menyinggung masalah pribadi.

(Silencers berarti peredam)


Cara mengatasi konflik yang lain:

a. Win-win solution, yaitu setiap pihak ingin menang.
b. Win-lose solution, yaitu salah satu ada yang mengalah.
c. Lose-lose solution, yaitu kedua pihak sama-sama mengalah.

Cara Menyelesaikan Konflik (Akomodasai)
a. majority rule : keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting.
Contoh :
Ketika para siswa hendak mengadakan widyawisata, teradilah perbedaan dalam menentukan objek. Untuk mencapai kata mufakat diadakan voting.
(UN 2010)

b. conciliation (konsiliasi) : mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk membuat kesepakatan bersama.
c. stalemate : berhenti pada titik tertentu karena kekuatan seimbang.
d. elimination : pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
e. integration : mempertimbangkan kembali pendapat-pendapat sampai diperoleh suatu keputusan yang memaksa semua pihak.

f. arbitrasi : mengundang pihak ketiga yang memberikan keputusan. Keputusan mengikat pihak yang konflik.
Contoh :
Mahkamah Konstitusi (MK) mengambil keputusan tentang sah atau tidaknya suatu pasal dalam undang-undang yang menjadi sengketa di antara lembaga-lembaga negara.
(UN 2011)

g. mediasi : mengundang pihak ketiga untuk memberikan nasihat.
h. kompromi : mengurangi tuntutan.
i. toleransi : menghargai perbedaan.
j. koersi : paksaan.

Teori Konflik Karl Marx

Karl Marx melihat masyarakat manusia sebagai sebuah proses perkembangan yang akan mengakhiri konflik dengan konflik. Ciri utama hubungan sosial adalah perjuangan kelas dan revolusi. Kapitalisme akan membuat pemisahan yang tajam antara mereka yang menguasai alat produksi, yaitu kelompok borjuis dan tenaga buruh atau golongan proletar. Menurut ramalan Marx, konflik akan selalu terjadi dimana kelompok proletar akan memberontak melawan kelompok borjuis. Kaum proletar akan memenangkan perjuangan kelas ini dan akan menciptakan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara.


Referensi

Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta:Ganeca Exact.
Soal UN Sosiologi SMA 2010, 2011
[http://sosiologipendidikan.blogspot.com]
 

Pengendalian Sosial





Pengertian pengendalian sosial :
upaya yang dilakukan agar anggota masyarakat mentaati norma yang berlaku.

Fungsi pengendalian sosial :
mengembangkan tertib perilaku anggota masyarakat.
(UN 2010)

Sifat pengendalian sosial :
1. Preventif (pencegahan)
    (UN 2009)
   Contoh :
    - Guru memberitahukan kepada siswa agar besok membawa buku sosiologi

    - Pemuka agama mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis.

       (UN 2011)

2. Represif (pemulihan)

Cara pengendalian sosial :
1. Persuasif (dengan bimbingan)
Contoh : Guru menegur siswa yang mencontek.
(Cara pengendalian : dengan menegur)

2. Koersif (dengan kekerasan)
Contoh : Polisi membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata.
(Cara pengendalian : dengan gas air mata)

Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial :
1. Lembaga penegak hukum :
    a. kepolisian,
    b. kejaksaan,
    c. pengadilan. (UN 2011)
   
2. Lembaga agama
3. Tokoh masyarakat 
Contoh : pertengkaran antarwarga diatasi oleh tokoh masyarakat.
(UN 2010)

Teknik pengendalian sosial :
1. Gosip : menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.
(UN 2008, 2010)
____________

 Referensi
 Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Ganeca Exact.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011
[http://sosiologipendidikan.blogspot.com]
 

Perilaku Menyimpang


 
Pengertian perilaku menyimpang:
perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.
(UN 2010)


Contoh :
Di daerah Aceh, wanita harus mengenakan jilbab. Bila ada wanita yang tidak mengenakan jilbab, berarti ia telah berperilaku menyimpang.


Sebab terjadinya perilaku menyimpang:
a. Sosialisasi yang tidak sempurna : tidak mendapat pendidikan atau penanaman nilai dan norma secara utuh.  
(UN 2008)


Pada lembaga primer (keluarga), sosialisasi yang tidak sempurna sering terjadi karena perceraian suami istri. (UN 2009, 2010)


Penjelasan : karena suami istri bercerai, pendidikan norma anak terabaikan, akibatnya anak berperilaku menyimpang.


Contoh :
Di sekolah seorang anak diajarkan untuk disiplin belajar tetapi di rumah tidak, sehingga ia tumbuh menjadi pemalas
(UN 2011)



b. Sosialisasi sub-budaya menyimpang : berinteraksi dengan kelompok yang menyimpang, sedikit demi sedikit terwarnai oleh nilai dan norma perilaku menyimpang, akhirnya berperilaku menyimpang.


Contoh : seorang pemuda biasa bergaul dengan kelompok pemabuk, lama-lama ia akan ikut mabuk-mabukan
(UN 2008)


Jenis-jenis perilaku menyimpang berdasarkan frekuensi/kadar sanksi


1) Penyimpangan primer : bukan kebiasaan (baru dilakukan pertama kali)/sementara dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.
(UN 2009) (UN 2010) (2011)


2) Penyimpangan sekunder : sudah menjadi kebiasaan dan tidak dapat ditolerir oleh masyarakat.
Contoh : perampokan, penggunaan narkoba 
(UN 2010)


Teori Penyimpangan
* Teori Labeling : seseorang yang melakukan penyimpangan primer (penyimpangan pertama), kemudian ia dicap sesuai dengan penyimpangannya, akhirnya ia melakukan penyimpangan sekunder (penyimpangan terus-menerus).
Contoh : seorang siswa yang ketahuan menyontek (baru pertama kali), dicap oleh teman-temannya sebagai penyontek, akhirnya ia menjadi penyontek.


Pengertian sikap anti sosial:
sikap menolak norma yang berlaku di masyarakat.


Penyebab sikap anti sosial:
merasa norma yang dianutnya lebih benar daripada norma yang berlaku di masyarakat.


Contoh sikap anti sosial :
Seorang wanita menolak melaksanakan norma berpakaian yang sopan. Ia berpandangan bahwa berpakaian seksi adalah lebih baik untuk seorang wanita yang cantik.
____________


Referensi
Kun Maryati. Sosiologi, Jilid 1.
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta : Ganeca Exact.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010
 

Interaksi Sosial




 Manusia punya naluri gregariousness, yaitu naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. 


Sebagai  makhluk sosial, manusia punya kecenderungan untuk bekerja sama dengan orang lain. 
(UN 2008)


Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain yaitu untuk :
a. memenuhi kebutuhan hidupnya
b. mempertahankan diri
c. meneruskan generasi atau keturunan
d. hidup bersama


Pengertian interaksi sosial :
hubungan timbal balik antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok lainnya.


Terjadinya interaksi karena ada proses aksi dan reaksi.  
(UN 2008)


Pola interaksi sosial:
a. antarindividu
    contoh : Yusuf dan Ahmad sedang berdiskusi.
b. antara individu dan kelompok
    contoh : Pak Firman sedang menjelaskan materi pelajaran kepada siswa kelas X
c. antarkelompok
    contoh : Siswa kelas X dan kelas XI sedang merencanakan kegiatan pada saat liburan.


Ciri-ciri interaksi sosial :
1. Jumlah pelaku dua orang atau lebih.
2. Ada tujuan yang ingin dicapai.
3. Ada dimensi waktu.
4. Ada komunikasi yang terjadi.


Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial :


a. imitasi : sikap meniru perilaku orang lain.
Contoh: anak meniru artis menyanyi


- remaja mengikuti gaya berpakaian artis
(UN 2011)


b. sugesti : pendapat seseorang yang diterima tanpa kritik.
- Biasanya pendapat tersebut diberikan oleh :
* Tokoh politik : Bung Karno
* Artis : Deddy Mizwar

c. identifikasi : keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain, biasanya orang yang diidolakan.

Contoh tokoh teladan : Umar bin Khattab


d. simpati : perasaan tertarik pada orang lain.


e. empati : merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain dan berbuat untuk melakukan sesuatu untuk orang tersebut.  
Contoh: 
- Seorang siswa SMP di China menyumbangkan seluruh uang tabungan hasil jerih payahnyanya dari mengumpulkan botol bekas air mineral kepada anak-anak korban HIV/AIDS. (UN 2009, 2010)



Syarat terjadinya interaksi sosial
a. kontak: berhubungan dengan orang lain
b. komunikasi : pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami


Sifat kontak/komunikasi


a. Primer (tatap muka/langsung) :
    Contoh : 
- Guru sedang mengajar sosiologi di kelas. 
- Ibu membujuk adik yang menangis karena jatuh.
(UN 2010


b. Sekunder (tidak tatap muka)
    Contoh : Anita menerima kiriman surat dari seseorang di luar negeri. 
(UN 2008)



Tahap-tahap keteraturan sosial :
(UN 2009)

1. Tertib sosial
     Individu-individu dalam masyarakat bertindak sesuai dengan hak dan kewajibannya, sesuai status dan perannya. 
Warga masyarakat menyesuaikan tindakan dengan norma yang berlaku.

2. Order (ketertiban)
    Warga masyarakat mengakui dan mematuhi norma yang berlaku.

3. Keajegan
    Kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah, berlangsung terus-menerus.
    Warga masyarakat melaksanakan norma secara terus-menerus.
    Contoh :
    Setiap bulan konsumen/pelanggan PLN harus membayar rekening listrik. Ketentuan tersebut dilaksanakan dengan tegas sehingga tercipta keteraturan sosial.
(UN 2010)

4. Pola
    Corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok.
    Tindakan warga masyarakat melaksanakan norma secara terus-menerus dijadikan model bagi semua warga masyarakat.
Contoh :
Musyawarah dijadikan pola untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat karena sudah teruji dalam berbagai kejadian.



Bentuk-bentuk/jenis-jenis interaksi sosial :


a. Proses asosiatif : interaksi yang mempererat hubungan


1) kerja sama :

- kerukunan

- bargaining : tukar-menukar barang dan jasa 
- kooptasi : penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan

- koalisi : kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama

- joint venture : kerja sama perusahaan dalam proyek tertentu



2) akomodasi : usaha untuk meredakan pertentangan
*koersi : dengan paksaan
*kompromi : mengurangi tuntutan
*arbitrasi : mengundang pihak ketiga untuk memutuskan perkara
*mediasi : mengundang pihak ketiga sebagai penasihat
*konsiliasi : mempertemukan pihak yang bertikai untuk membuat kesepakatan
*toleransi : menghargai pendirian orang lain 
*ajudikasi : dibawa ke pengadilan


 *stalemate (kebuntuan) adalah kondisi dimana pihak yang bertikai menghentikan konflik karena kekuatan seimbang. 
Contoh : Konflik antarfaksi mujahidin di Afghanistan. Mereka bertempur, namun akhirnya berhenti karena merasa tidak dapat mengalahkan lawan, sama kuat.



3) akulturasi : masuknya budaya asing tanpa menghilangkan budaya asli.


4) asimilasi
- pembauran dua budaya yang menghasilkan budaya baru, atau
- usaha-usaha untuk menghilangkan perbedaan


Contoh : pergaulan antara orang-orang yang berbeda latar belakang budaya, mereka saling mencari persamaan atau saling menyesuaikan perilaku di antara mereka, sehingga muncul budaya bersama.


b. Proses disosiatif : interaksi yang memperenggang hubungan.
1) persaingan/kompetisi
    Contoh: 
    - pelajar lulusan SMA mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi.  
      (UN 2009)
    - kakak beradik mengikuti perlombaan lari cepat
      (UN 2011)
2) kontravensi : proses interaksi yang berada di antara persaingan dan konflik
    Contoh : perasaan tidak suka terhadap seseorang
3) konflik
_________
Referensi
Kun Maryati. Sosiologi, Jilid 1.
Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat. Jakarta : Ganeca Exact.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010, 2011
 

Sosialisasi



SOSIALISASI

Pengertian sosialisasi :
- suatu proses anggota masyarakat mempelajari norma-norma dan nilai-nilai sosial dimana ia menjadi anggota.
(Soerjono Soekanto)

- proses belajar dalam pergaulan sosial budaya.
(UN 2008)

Fungsi sosialisasi : mengajarkan perilaku yang sesuai dengan norma.

Tujuan sosialisasi :
1. Seseorang mampu menjadi anggota masyarakat yang baik.
    (UN 2011)
2. Seseorang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai dengan harapan masyarakat.
3. Seseorang akan lebih mengenal dirinya sendiri dalam lingkungan sosialnya.
4. Seseorang akan menyadari eksistensi dirnya terhadap masyarakat di sekelilingnya.

Bentuk-bentuk agen/media sosialisasi:

1. Keluarga

Peran keluarga :
- membekali keimanan dan ketaqwaan
- pemahaman pada nilai dan norma sosial
(UN 2010)

Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam pola sosialisasi:

a. Sosialisasi represif : mengutamakan ketaatan anak kepada orang tuanya.

Cirinya:
1) menghukum perilaku yang keliru.
2) kepatuhan anak kepada orang tua
3) komunikasi sebagai perintah
4) sosialisasi berpusat pada orang tua
5) anak memperhatikan harapan orang tua

Contoh :
Pak Herman menginginkan anaknya selalu disiplin dalam hidup. Ia sering memarahi dan bahkan memukul setiap kali anaknya tidak disiplin.
(UN 2010)

b. Sosialisasi partisipati / partisipatoris : mengutamakan adanya partisipasi pada anak.

Cirinya:

1) memberi imbalan bagi perilaku baik
Contoh :
Setiap kali naik kelas, Iwan selalu diberi uang atau hadiah oleh ayahnya.
(UN 2010)

2) otonomi pada anak
3) komunikasi sebagai interaksi
4) sosialisasi berpusat pada anak
5) orang tua memperhatikan keinginan anak

Contoh : dalam pemilihan jurusan, anak berhak untuk menentukan pilihan, orang tua hanya memberikan arahan atau pertimbangan.

2. Sekolah
    (UN 2011)

3. Kelompok pergaulan / Teman sepermainan 

Contoh sosialisasi yang bersifat otoritatif:
Dalam berinteraksi dengan teman sebaya, seorang anak secara bebas tanpa paksaan dapat menerima ataupun menolak perilaku yang baik sesuai nilai dan norma sosial.
(UN 2008)


Keterlibatan remaja dalam kasus penggunaan narkoba lebih dominan disebabkan adanya pengaruh sosialisasi dari teman sepermainan.
(UN 2010)



4. Media massa : cetak atau elektronik.
    (UN 2011)



Contoh pengaruh negatif media elektronik :
Arman yang dulunya berambut hitam tiba-tiba mengubah warna rambutnya menjadi pirang. Tindakan Arman tersebut dilakukan setelah sering melihat artis idolanya di televisi yang juga berambut pirang.
(UN 2008)

Bentuk-bentuk sosialisasi :

a. Sosialisasi primer : di keluarga.

Contoh :
- Sejak kecil ibu selalu mengajarkan kepada Nadira untuk menggunakan tangan kanan ketika makan dan menerima pemberian orang lain.
(UN 2009)

- Mengajarkan kepada anak untuk bersikap sopan kepada siapapun
- Mengingatkan anak untuk belajar mandiri tidak bergantung kepada orang lain.
(UN 2011)

Terkait dengan kesinambungan moralitas masyarakat, lembaga keluarga memiliki fungsi membentuk dasar kepribadian individu.
(UN 2009)

b. Sosialisasi sekunder : di luar keluarga

Tipe Sosialisasi
1. Formal : melalui lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat, mempunyai aturan tertulis yang cukup detil
    Contoh : pendidikan di sekolah
2. Nonformal : melalui lembaga yang dibentuk oleh masyarakat, mempunyai aturan tertulis secara global
    Contoh : lembaga kursus
3. Informal : dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan.
    Contoh : antara anggota keluarga, antara teman sebaya, sesama anggota klub

Faktor-faktor penghambat dalam sosialisasi:
a. Kemampuan berbahasa
b. Kepandaian bergaul
c. Kehidupan masyarakat yang terisolir
d. Kesulitas dalam melakukan komunikasi
e. Hambatan alam
f. Adanya perbedaan kelakuan antara satu individu dengan individu lain
g. Perubahan dalam masyarakat akibat modernisasi
h. Terjadinya kesenjangan kebudayaan antarkelompok dalam masyarakat

KEPRIBADIAN

Pengertian kepribadian:
ciri watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang individu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosiologis
(Roucek dan Warren)

Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian:
kepribadian terbentuk karena proses sosialisasi.

Ada hubungan yang erat antara sosialisasi dan kebudayaan. 
Contoh : 
Keluarga suku Bugis-Makassar mendidik putra-putrinya dengan simbol sipakatau-sipakalebbi (saling menghargai dan menghormati) sebagai pegangan dalam bertingkah laku.
(UN 2009)

Bapak dan Ibu Sosro yang berasal dari Jawa  Tengah mendidik putra-putrinya secara adat/tradisi kejawen, dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo (bahasa yang halus) untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.
(UN 2010)

Penjelasan: apa yang disosialisasikan tentu berdasarkan budaya yang dianut.


Tahap-tahap sosialisasi menurut George Herbert Mead :

1. Tahap persiapan (Preparatory stage)
- Anak mulai melakukan kegiatan meniru walau tidak sempurna.

2. Tahap meniru (Play stage)
- Anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya, seperti menirukan peran seorang polisi, dokter, dan lain-lain.

-Anak belum bisa memahami isi peranan yang ditirukannya, seperti menirukan peran dokter, ia belum paham mengapa dokter memeriksa pasien.

3. Tahap siap bertindak (Game stage)
- Anak tahu peran yang harus dijalankannya.
- Anak tahu peran yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Contoh : seperti dalam pertandingan, anak tahu peran yang harus dijalankannya dan harapan terhadap orang-orang yang bermain bersamanya.

4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized other)
- Seseorang dianggap telah dewasa, menyadari pentingnya norma, dan berperilaku sesuai dengan norma masyarakat.
__________

Referensi

Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Ganeca Exact.
Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010
http://pengantar-sosiologi.blogspot.com/2009/04/bab-6-sosialisasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi

Sumber gambar :
http://oasecenter.blogspot.com
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BAHAN AJAR GURU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger