Latest Post

MAKALAH EKOLOGI ADMINISTRASI

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam perkembangan administrasi negara bukan sekedar melaksanakan kebijaksanaan negara (public policy) melainkan juga terlibat dalam proses perumusan kebijaksanaan negara dan penentuan tujuan serta cara-cara pencapaian tujuan negara tersebut. Dalam konteks ini maka administrasi negara tidak hanya berkaitan dengan badan-badan eksekutif melainkan meliputi seluruh lembaga-lembaga negara dan hubungan antar lembaga negara tersebut satu sama lainnya. Dengan demikian rumusan kebijaksanaan negara (public policy) yang semula merupakan fungsi politik telah menjadi fungsi administrasi negara.
Hal tersebut menunjukkan bahwa administrasi negara memiliki peranan yang lebih besar, karena banyak terlibat dalam perumusan, pelaksanaan dan evaluasi kebijaksanaan negara (public policy).
Peranan tersebut telah memperluas ruang lingkup administrasi negara yang mulai mencakup analisis dan perumusan kebijaksanaan negara (public policy analysis and formulation), pelaksanaan/implementasi kebijaksanaan negara (public policy implementation) dan evaluasi kebijaksanaan begara (public policy evaluation). Kebijaksanaan negara (public policy) ini adalah kebijaksanaan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang cenderung terus meningkat baik baik jumlah maupun macamnya.
Administrasi negara sebagai ilmu mempunyai sifat universal artinya mempunyai unsur-unsur yang sama dan dimanapun serta kapanpun dapat diterapkan. Namun dalam kenyataannya, administrasi negara yang dikembangkan di Amerika Serikat dan negara-negara maju (developed countries) lainnya, dalam penerapannya di negara-negara lain masih mengalami hambatan terutama pada negara-negara yang sedang berkembang (developing countries).
Hal ini disebabkan adanya hubungan pengaruh antara administrasi negara dan lingkungan sekitarnya (ekologi). Oleh karena itu kemudian sekelompok ilmuan politik dan administrasi negara menyatakan bahwa mengadopsi suatu sistem administrasi negara dari suatu lingkungan masyarakata, bangsa dan negara yang lain adalah kurang tepat. Oleh para ahli tersebut kemudian dikembangkan studi perbandingan administrasi negara dan mereka menamakan disri sebagai kelompok studi komparatif (CAG-Comparative Administration Group).
Dalam studi perbandingan ini digunakan pendekatan ekologi (ecological approach), yang berusaha memahami latar belakang berbagai macam sistem administrasi negara yang ada di dunia. Sejauh itu mulai dikembangkan cabang baru dari ilmu administrasi negara yaitu ekologi administrasi negara yang mengkaji pengaruh lingkungan terhadap administrasi negara.
Aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain sebagai faktor ekologi mendapat perhatian dan dikaji pengaruhnya pada administrasi negara. Studi ini terutama memusatkan perhatian pada amasala-masalah ekologi administrasi negara di negara-negara berkembang.
Kelompok studi komparatif ini kemudian mengembangkan diri menjadi kelompok administrasi pembangunan (DAG-Development Administration Group), yang mengembangkan pemikiran-pemikiran dalam rangka pembentukan peralatan analisis administrasi untuk pembanguan berdasarkan pengalaman-pengalaman empiris negara-negara yang baru berkembang. Setudi ini merupakan cikal bakal berkembangnya apa yang sekarang dinamakan administrasi pembangunan.
Penyusun membuat Judul “Ekologi Administrasi Negara”












BAB II
PEMBAHASAN
A.      EKOLOGI ADMINISTRASI
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah dapat hidup seorang diri. Di manapun, bilamanapun dan dalam keadaan bagaimanapun, manusia senantiasa memerlukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak mengenal batas karena fitrahnya sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi.

Untuk mempertahankan hidupnya sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya, manusia harus mampu memenuhi kebutuhan hidup yang mendasar (basic needs) maupun kebutuhan hidup sampingan (derived needs) yang justru lebih banyak dan lebih beragam. Selain kebutuhan biologis, manusia menghadapi kebutuhan sosial dan integritas yang tidak mudah dipenuhi tanpa kerjasama dengan sesamanya. Oleh karena itulah manusia senantiasa mengembangkan persekutuan sosial (social group) dan pengendaliannya (social organization) demi ketertiban bermasyarakat. Tanpa disadari, persekutuan sosial dengan perangkat kelembagaannya menciptakan lingkungan (hidup) sosial yang menuntut para anggotanya untuk menyesuaikan diri, sebagaimana mereka menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup alamnya

Kemampuan akal manusia untuk mempersatukan (to assimilate) khasanah alam ke dalam ranah kebudayaan dan melihat diri dan orang lain sebagai bagian dari lingkungannya itulah pangkal perwujudan lingkungan sosial. Dengan secara lebih lugas Bennett (1976) menyatakan bahwa manusia hidup dalam lingkungan yang mereka manfaatkan, bukan untuk disalah gunakan, bersama orang lain yang membentuk suatu lingkungan (humam ecology) yang merupakan bagian dari lingkungan hidup yang lebih luas (natural ecology) sebagai kenyataan. Oleh karena itu manusia lebih banyak dituntut untuk beradaptasi terhadap lingkungan sosial yang mereka ciptakan berdasarkan pemahaman kebudayaannya daripada menyesuaikan diri terhadap lingkungan alam semata-mata (Budhisantoso, “Pengelolaan Lingkungan Sosial, Ekonomi Dan Budaya”, Ekonomi Rakyat edisi Juli 2002, www. Google.com).

Administrasi sebagai ilmu mempunyai sifat umum dan universal dalam arti memiliki unsur-unsur yang sama, dimanapun dan kapanpun ilmu administrasi diterapkan. Namun diketahui bahwa dalam satu sistem administrasi negara sendiri masih dijumpai subsistem administrasi dari suatu kelompok masyarakat yang menggambarkan hubungan pengaruh antara administrasi negara dengan lingkungan sekitarnya, baik fisik maupun lingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu dengan mengkaji ekologi administrasi negara yang merupakan salah satu cabang ilmu administrasi, kita dapat menerangkan hubungan timbal balik yang terjadi antara lingkungan hidup (environment) dimana administrasi negara itu tumbuh dan berkembang dengan administrasi negara sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living organism) (Pamudji, “Ekologi Administrasi Negara”, Bina Aksara)

Dalam kajian ilmu administrasi negara, terutama pada ekologi administrasi negara, tinjauan kebudayaan memegang salah satu peranan yang cukup penting, karena kebudayaan termasuk dalam salah satu unsur faktor-faktor ekologis yang beraspek kemasyarakatan dalam tinjauan ekologis. Selain itu dalam aspek budaya dikaji pula berbagai pola perilaku seseorang ataupun sekelompok orang (suku) yang orientasinya berkisar tentang kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik, hukum, adat istiadat dan norma kebiasaan yang berjalan, dipikir, dikerjakan, dan dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya, serta dicampurbaurkan dengan prestasi di bidang peradaban (Inu Kencana, dkk, Ilmu Administrasi Publik; 140). Betapa pentingnya kebudayaan pada suatu masyarakat, dapat disimpulkan dari pendapat Melville J. Herkovits yang mengemukakan pengertian Cultural Determinish, yang berarti behwa segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu.





BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan

Administrasi pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan bernegara mengingat bahwa peranan pemerintah sangat besar dalam mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Kegiatan pemerintah tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan dan penghidupan warga negara dan masyarakatnya. Tugas pemerintahan yang paling dominan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah menyediakan barang-barang publik (public utility) dan memberikan pelayanan (public service) misalnya dalam bidang-bidang pendidikan, kesejahteraan sosial, kesehatan, perhubungan (transportasi), perlindungan tenaga kerja, pertanian, keamanan/ketertiban dan sebagainya.
Untuk memberikan pelayanan masyarakat, pemerintah menyelenggarakan kegiatannya meliputi kegiatan operasional seperti pemungutan pajak, ketertiban dan keamanan, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan umum, perijinan, pengawasan dan lain-lain tugas pemerintahan umum. Tugas-tugas ini diselenggarakan secara terus menerus (bersifat rutin) dengan penekanan pada kelancaran penyelenggaraan bernegara secara tertib, efektif dan efisien.
Penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut di atas pada dasarnya termasuk dalam kegiatan administrasi pemerintahan yang diselenggarakan oleh negara sebagai perwujudan aspirasi dan kehendak rakyatnya. Tugas-tugas pemberian pelayanan yang bersifat rutin tersebut dengan sasaran tercapainya tujuan pemerintahan secara efisien, efektif dan tertib pada prinsipnya termasuk dalam tugas-tugas administrasi negara dalam arti sempit diselenggarakan oleh badan-badan eksekutif/pemerintah.
Dalam konteks tersebut secara praktis, tugas-tugas admnistrasi pemerintahan merupakan sebagian saja dari administrasi negara, karena lebih banyak bersifat pelaksanaan (execution/implementation) atas kebijaksanaan yang telah ditetapkan/digariskan oleh wakil-wakil rakyat di badan-badan perwakilan rakyat melalui proses politik.
 

MAKALAH DONGENG

BAB
 PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam dengan tokohnya bernama Abunawas. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman.Sedangkan cerita yang berisi tokoh para hewan disebut dengan fabel.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah Defenisi Dongeng?
2.      Jenis-Jenis Dongeng?
3.      Perbedaan Dongeng dengan Legenda?
4.      Contoh Dongeng Nusantara dan Luar negeri?

C.    Tujuan
1.      Ingin mengetahui Defenisi Dongeng
2.      Ingin mengetahui Jenis-Jenis Dongeng
3.      Ingin mengetahui Perbedaan Dongeng dengan Legenda
4.      Ingin mengetahui Contoh Dongeng Nusantara dan Luar negeri

BAB II
PEMBAHASAN


A. Definisi Dongeng
Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan moral (mendidik) dan juga menghibur.

B.Jenis dan Ciri-ciri Dongeng

Jenis-jenis dongeng diantaranya adalah :
• Dongeng binatang/fabel
Fabel adalah dongeng binatang yang mengandung pendidikan tentang perbuatan
baik dan buruk. Dalam fabel, tokoh binatang berperilaku seperti manusia.
Hal tersebut menggambarkan watak dan budi pekeri manusia. Dongeng Kancil
dan Buaya,dan Kucing Bersepatu Bot merupakan contoh dongeng binatang.
Biasanya, mereka digambarkan sebagai hewan cerdik, licik, dan jenaka.

• Dongeng biasa
Dongeng biasa adalah cerita tentang tokoh suka dan duka. Contohnya adalah
cerita Bawang Merah dan Bawang Putih dan Jaka Tarub.

• Dongeng lelucon
Dongeng lelucon berisi cerita lucu tetang tokoh tertentu. Contoh dongeng ini yaitu Si Kabayan dari Jawa Barat.
Ciri-ciri dongeng antara lain :
• menggunakan alur sederhana;
• cerita singkat dan bergerak cepat;
• karakter tokoh tidak diuraikan secara rinci; dan
• ditulis seperti gaya penceritaan secara lisan.


C. Perbedaan Dongeng dan Legenda
Dongeng, merupakan suatu kisah yang di angkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral, yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi, dari pemikiran seseorang yang kemudian di ceritakan secara turun-temurun dari generasi kegenerasi. terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut kedalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran, dari kebanyakan sastrawan dan penerbit lalu dimodifikasi menjadi dongeng ala moderen. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam, sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya di ambil sebagin-sebagian, kemudian di modifikasi dan ditambah, bahkan ada yang di diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya. sekarang kisah aslinya seakan telah ditelan oleh usia zaman dan waktu.
Sedangkan legenda(Latin legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang enpunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor

D.  Dongeng Nusantara

Si Kancil dan Siput
Pada suatu hari si kancil nampak ngantuk sekali. Matanya serasa berat sekali untuk dibuka. “Aaa....rrrrgh”, si kancil nampak sesekali menguap. Karena hari itu cukup cerah, si kancil merasa rugi jika menyia-nyiakannya. Ia mulai berjalan-jalan menelusuri hutan untuk mengusir rasa kantuknya. Sampai di atas sebuah bukit, si Kancil berteriak dengan sombongnya, “Wahai penduduk hutan, akulah hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar di hutan ini. Tidak ada yang bisa menandingi kecerdasan dan kepintaranku”.
Sambil membusungkan dadanya, si Kancil pun mulai berjalan menuruni bukit. Ketika sampai di sungai, ia bertemu dengan seekor siput. “Hai kancil !”, sapa si siput. “Kenapa kamu teriak-teriak? Apakah kamu sedang bergembira?”, tanya si siput. “Tidak, aku hanya ingin memberitahukan pada semua penghuni hutan kalau aku ini hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar”, jawab si kancil dengan sombongnya.
“Sombong sekali kamu Kancil, akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini”, kata si Siput. “Hahahaha......., mana mungkin” ledek Kancil. “Untuk membuktikannya, bagaimana kalau besok pagi kita lomba lari?”, tantang si Siput. “Baiklah, aku terima tantanganmu”, jawab si Kancil. Akhirnya mereka berdua setuju untuk mengadakan perlombaan lari besok pagi.
Setelah si Kancil pergi, si siput segera mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong agar teman-temannya berbaris dan bersembunyi di jalur perlombaan, dan menjawab kalau si kancil memanggil.
Akhirnya hari yang dinanti sudah tiba, kancil dan siput pun sudah siap untuk lomba lari. “Apakah kau sudah siap untuk berlomba lari denganku”, tanya si kancil. “Tentu saja sudah, dan aku pasti menang”, jawab si siput. Kemudian si siput mempersilahkan kancil untuk berlari dahulu dan memanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana si siput.
Kancil berjalan dengan santai, dan merasa yakin kalau dia akan menang. Setelah beberapa langkah, si kancil mencoba untuk memanggil si siput. “Siput....sudah sampai mana kamu?”, teriak si kancil. “Aku ada di depanmu!”, teriak si siput. Kancil terheran-heran, dan segera mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil si siput lagi, dan si siput menjawab dengan kata yang sama.”Aku ada didepanmu!”
Akhirnya si kancil berlari, tetapi tiap ia panggil si siput, ia selalu muncul dan berkata kalau dia ada depan kancil. Keringatnya bercucuran, kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal.
Kancil berlari terus, sampai akhirnya dia melihat garis finish. Wajah kancil sangat gembira sekali, karena waktu dia memanggil siput, sudah tidak ada jawaban lagi. Kancil merasa bahwa dialah pemenang dari perlombaan lari itu.
Betapa terkejutnya si kancil, karena dia melihat si siput sudah duduk di batu dekat garis finish. “Hai kancil, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah sampai dari tadi!”, teriak si siput. Dengan menundukkan kepala, si kancil menghampiri si siput dan mengakui kekalahannya. “Makanya jangan sombong, kamu memang cerdik dan pandai, tetapi kamu bukanlah yang terpandai dan cerdik”, kata si siput. “Iya, maafkan aku siput, aku tidak akan sombong lagi”, kata si kancil.

E. Dongeng Luar Negeri
PUTRI TIDUR
Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana. Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasa kurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan. Setiap hari Raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa Raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah 9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik. Raja sangat bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan
mantera baiknya.
"Jadilah engkau putri yang baik hati", kata penyihir pertama.
"Jadilah engkau putri yang cantik", kata penyihir kedua.
"Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun", kata penyihir ketiga.
"Jadilah engkau putri yang pandai berdansa", kata penyihir keempat.
"Jadilah engkau putrid yang panda menyanyi," kata penyihir keenam.
Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, "Mengapa aku tidak diundang kepesta ini?".
Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantranya sempat bersembunyi dibalik tirai. "Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu.
Penyihir tua yang jahat segera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata,"Sang putri akan mati tertusuk jarum pemintal benang, ha ha ha ha!..". Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya.
Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisuri menangis sedih. Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh, "Jangan khawatir, aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat. Sang putri tidak akan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembali setelah seorang Pangeran datang padanya", ujar penyihir ketujuh.
Setelah kejadian itu, Raja segera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada dinegerinya segera dikumpulkan dan dibakar.
Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Tidak berapa lama Raja dan Permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sang Putri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang. Setelah berbicara dengan nenek tua, sang Putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu. Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tibatiba jari sang Putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia
menjerit kesakitan dan tersungkur di lantati.
"Hi hi hi...tamatlah riwayatmu!", kata sang nenek yang ternyata adalah sipenyihir jahat.
Hilangnya sang Putri dan istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang Putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Anakku ! malang sekali nasibmu" ratap Raja.
Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati. Katanya, "Jangan khawatir, Tuan Putri hanya akan tertidur selama seratus tahun. Tapi, ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua," lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana. Kemudian, penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana.
Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang tertutup semak berduri itu. Menurut cerita orang desa di sekitar situ, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Tentu saja Pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu.
"Akan ku hancurkan naga itu," kata sang Pangeran. Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai digerbang istana, Pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk. Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula. "Semak apa ini ?" kata Pangeran keheranan.
Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati. "Pakailah pedang ini," katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan. Dengan pedangnya yang baru, Pangeran berhasil masuk ke istana. "Nah, itu dia menara yang dijaga oleh naga."
Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya.
"Akhirnya kau datang, Pangeran. Kau pun akan terkena kutukan sihirku!" Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara. Ia menghadang sang Pangeran.
"Hai Pangeran!, jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!" teriak si Penhyihir.
Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yang menakutkan. Ia menyemburkan api yang panas. Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya. Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, Pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga.
"Aaaa..!" Naga itu jatuh terkapar di tanah, dan kembali ke bentuk semula, lalu mati
Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan Pangeran.
“Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ke tempat sang Putri tidur," katanya.
Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang Putri tidur. Ia melihat seorang Putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar
yang merekah.
"Putri, bukalah matamu," katanya sambil mengenggam tangan sang Putri.
Pangeran mencium pipi sang Putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang Putri.
Setelah tertidur selama seratus tahun, sang Putri terbangun dengan kebingungan. "Ah! apa yang terjadi? Siapa kamu?” Tanyanya.
Lalu Pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang Putri.
"Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih Pangeran," kata sang Putri.
Di aula istana, semua orang menunggu kedatangan sang Putri. Ketika melihat sang Putri dalam keadaan sehat, Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada sang Pangeran yang gagah berani.
Kemudian Pangeran berkata, "Paduka Raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang Putri."
Rajapun menyetujuinya. Semua orang ikut bahagia mendengar hal
itu. Hari pernikahan sang Putri dan Pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.

















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

·         Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan moral (mendidik) dan juga menghibur.

·         Jenis – Jenis Dongeng
• Dongeng binatang/fabel
• Dongeng biasa
• Dongeng lelucon


B.     Saran-saran

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca, kritik saran guna membangun kami harapkan
 

MAKALAH DEMOKRASI


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Perkembangan istilah “Demokrasi” sebagai system polotik Negara merupakan suatu bentuk tandingan bagi bentuk pemerintahan lama yang bersifat totaliter atau otokratis dan yang otoliter.
Sebagaimana kita ketahui bahwa pemerintahan Demokrasi di hasilkan oleh ahli-ahli politik/ketatanegaraan sebagai jawaban atau jalan keluar untuk mengatasi kemelut yang yang selama initelah“dipaksa” menerima nilai-nilaidan sikap serta perilaku budaya yang otoriter (monarti/teodalis). Dalam banyak pengalaman Negara yang menerapkan system politik otoriter. Rakyat hanya di jadikan objek pelaksanaan kekuasaan yang pada akhirnya mendatangkan penderitaaan dan kesengsaraan bagi rakyat banyak.
Dewasa ini, hampir semua Negara di dunia menanamkan system politiknya dengan “Negara Demokrasi” namun demikian tidak semua Negara mampu menerjemahkan kata Demokrasi yang sejalan dengan kata perlindungan terhadap hak asasi manusia, menjunjung tinggi hukum, tunduk terhadap kemauan orang banyak tanpa mengabaikan hak golongan kecil, agar tidak timbul diktator mayoritas. Demokrasi sebagai bagian budaya dari system politik sebagai budaya dari system politik suatu Negara akan  menjadi kuat, jika bersumber pada “khendak rakyat” dan bertujuan untuk mencapai kebaikan atau kemasalahatan bersama kata Demokrasi akan selalu berkaitan dengan persoalan perwakilan khendak rakyat.
Sehingga dalam perkembangannya ada yang menggantikan istilah Demokrasi dengan prepubliken atau partisipatori untuk menekankan peranan warga Negara dalam proses pembuatan keputusan dan untuk menyarankan agar peranan tersebut diperkuat.
Dan dalam perkembangannya, untuk lebih memperkuat peranan warga Negara dalam proses pengambilan keputusan dalam bidang lain. Timbul istilah Demokrasi ekonomi, Demokrasi kebudayaan dan bahkan Demokrasi menjadi sikap hidup yang mencakup segala bidang kehidupan.
Paham Demokrasi yang memberi penekanan pada pemerinatahan rakyat mengandung arti bahwa kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Dengan demikian, perlu kita pahami bahwa istilah Demokrasi bertolak dari suatu pola pikir bahwa manusia diperlakukan dan ditempatkan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan. Keinginan aspirasi dan pendapat individu dihargai dan mereka berikan hak untuk menyampaikan  keinginan aspirasi, harapan, dan pendapatnya salah satu hak asasi manusia adalah kebebasan untuk mengejar kebenaran, keadilan, dan kebahagiaan kebebasan dan keadilan ini melandasi keinginan ide atau gagasan dalam budaya Demokrasi bangsa.
1.2 Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu :
1.      Menjelaskan pengertian sejarah tentang Demokrasi nilai – nilai Demokrasi dan landasan – landasan Demokrasi.
2.      Memaparkan pelaksanaan Demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi.
3.      Memaparkan contoh nyata penerapan budaya Demokrasi dalam kehidupan sehari – hari.





1.3 Rumusan Masalah
1. Kebanyakan orang mungkin belum memhami betul apa pengertian – pengertian dari Demokrasi, dan landasan – landasan tentang Demokrasi.
2. Kurangnya rasa Demokrasi dari diri masyarakat Indonesia sehinga pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pun belumterlaksana dengan baik.
3. Untuk mengeliminasi masalah -  masalah yang ada maka masalah ini merupakan pentingnya budaya Demokrasi dalam kehidupan sehari – hari.






















BAB II
PEMBAHASAN


A.     Pengertia Demokrasi
Secara etimologis istilah Demokrasi berasal dari bahsa Yunani”Democratia” yang terdiri dari dua kata yaitu,  “demos yang berarti rakyat dan kratos/krateien. Yang berarti kekuatan atau pemerintahan.
Secara harpiah Demokrasi berarti kekuatan rakyat atau suat bentuk pemerinatahan Negara dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
Demokrasi secara sederhana dapat diartikan pemerinatahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. “ artinya bahwa rakyat mayoritas mempunyai suara yang menentukkan dalam proses perumsan kebijakan pemerintah melalui saluran – salran yang tersedia. Seperti partai politik, kelompok kepentingan, kelompok penekan, dan melalui pendapat umum.”
Istilah Demokrasi diperkenalkan oleh arrstoteles sebagai suatu bentuk pemerinatahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada diorang banyak (rakyat).
Melali Demokrasi keptusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.
Demokrasi tidak akan efektif dan lesatri tanpa subtansi yang berwujud “jiwa bdaya atau idiologi” yang mewarnai pengorganisasian berbagai elemen politik seperti partai politik, lebaga – lembaga pemerintahan maupun organisasi masyarakat. Pelestarian Demokrasi memerlukan “partisipasi rakyat” yang bersepakat mengenai makna, cara kerja, dan kegunaan Demokrasi bagi kehidupan mereka.

B.      Sejarah Demokrasi
Sejarah Demokrasi berasal dari system yang berlaku din negara – Negara kota (citystates) Yunani kuno - pada abad ke-6 sampai ke-3 sebelum masehi.
Waktu itu Demokrasi yang dilaksanakan adalah Demokrasi langsung yaitu suatu bentuk pemerinatahan dimana hak untuk membuat keputusan politik dan menjalankan secara langsung oleh seluruh warga negaranya yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. Hal tersebut dimungkinkan karena Negara kota mempunyai wilayah yang relative sempit dan jmlah pendduk tidak banyak (kurang lebih 300 jiwa). Sedangkan waktu itu tidak semua penduduk mempunyai hak. Gagasan Demokrasi yunani hilang dari dunia barat ketika romawi barat dikalahkan oleh suku jerman dan eropa barat. Masuk abad pertengahan di eropa barat dicirikan oleh struktur total yang peodal (hubungan antara) pasal dan lordy. Kehidupan sosial dan spiritual dikuasai Paus dan pejabat agama lauja.
Kehidupan politiknya ditandai oleh perbuatan kekuasaan antara bangsawan.
Dari sudut perkembanagan Demokrasi abad pertengahan menghasilkan dokumen penting itu magna Carta 1215. Ia semacam contoh bangsawan inggris dengan rajanya jhon. Untuk pertama kali seorang raja berkuasa meningkatkan diri untuk mengakui dan menjamin beberapa hak bawahnya pemikir – pemikir yang mendukung berkembangnya Demokrasi yaitu jhon locke dari inggirs (1632-1704). Dan montesquen dari perancis (1689-1755). Menurut locke hak – hak politik mencakup atas hidup ha katas kebebasan dan hak untuk mempunyai milik (life, Liberty, and Proferty).
Menurut montesqueu, menyusun suatu system yang dapat menjamin hak – hak politik dengan pembatasan kekuasaan yang dikenal dengan trias politik.

C.  Landasan-landasan Demokrasi
Pembukaan UUD 1945
1.  Alinea pertama
Kemerdekaan itu samat allah dan dengan hak segala bangsa
2.      Alinea kedua
mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmr.
3.      Alinea ketiga
Atas berkat rahmat allah yang maha kuasa dan dengan di dorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaan yang bebas.

Batang tubuh UUD 1945
1.      Pasal 1 ayat 2
kedaulatan adalah ditangan rakyat
2.      Pasal 2
Majelis Permusyawaratn Rakyat
3.      Pasal 6
pemilihan presiden dan wakil presiden
4.      Pasal 24 pasal 25
peradilan yang merdeka
5.      Pasal 27 ayat 1
persamaan kedudukan di dalam hukum
6.      Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul

D. Nilai-nilai Demokrasi
a. kebebasan berpatisipasi
kebebasan berpatisipasi ini sesungguhnya merupakan gabungan dari kebebasan berpendapat dan berkelompok
b. kesetaraan antar warga
kesetaraan atau egalitarianism merupakan salah satu nilai fundamental yang diperlukan bagi pengembangan Demokrasi di Indonesia kesetaraan disini diartikan sebagai adanya kesempatan yang sama bagi setiap warga Negara. Kesetaraan memberi tempat bagi setiap warga Negara tanpa membedakan etnis, bahasa, daerah maupun agama.
c. Kesetaraan Gender
kesetaraan gender atau sebuah keniscayaan Demokrasi, dimana kedudkan laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama di depan hukum.
d. Kedaultan Rakyat
dalam Negara Demokrasi pemerintah berasal dari rakyat dan beratnggung kepada rakyat. Kedaulatan rakyat hanya dapat di tegakkan jika para politisi menyadari asal-usul dirinya dan dan menunjukan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
e. Rasa Percaya (trust)
rasa saling percaya antar kelompok masyarakat merupakan nilai dasar lain yang diperlukan agar Demokrasi dapat terbentuk.
f. Kerja Sama
kerja sama diperlukan untuk mengatasi persoalanyang muncul dalam tubuh masyarakat. Demokrasi tidak hanya memerlukan hubungan kerja sama antar individu dan antar kelompok. Kompetisi, kompromi, dan kerjasama merupakan nilai-nilai yang mampu mendorong terwujudnya Demokrasi
g. Pertumbuhan Ekonomi
salah satu kondisi yang diperlukan untuk mengembangkan nilai-nilai Demokrasi adalah pertumbuhan ekonomi yang memadai
h. Pluralism
masyarakat plural (heberogen) dapat di pahami sebagai masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok setiap kali terjadi persaingan di dalamnya.
i.      Negara dan masyarakat
Pola hubungan Negara dan masyarakat merupakan kondisi lain yang menentukkan kualitas pengembangkan Demokrasi dengan demikian yang diperlukan sebuah negara Demokrasi adalah hubungan negara dengan rakyat yang seimbang.
            j. kebebasan menyatakan pendapat
kebebasan menyatakan pendapat adalah hak bagi warga negara biasa yang wajib dijamin dengan undang – undang dalam sebuah sisten Demokrasi dalam rezim otoriter kebebsan menyampaikan pendapat pada umumnya dibatasi.
            k. kebebasan berkelompok
                        berkelompok dalam suatu organisasi merupakan nilai dasar Demokrasi yang diperlukan bagi setiap warganegara. Kebebasan berkelompok ini diperlukkan untuk membentuk organisasi mahasiswa dan kelompok – kelompok lain.




Pelaksanaan Demokrasi di indonesia sejak orde lama orde baru dan reformasi.
            Realitas Demokrasi sebagai sistem juga belum mampu menjamin keadilan distributif, karena akibat hakikat politik yang memang memberikan peluang arena persaingan esensinya adalah bagaimana mengatur / membuat distribusi tersebut lebih adil melalui cara – cara yang lebih bisa diterima oleh semua pihak
            Sejak awal kemerdekaan para pendiri negara dan bangsa indonesia telah sepakat merumuskan pancasila sebagai dasar negara sehingga sila – sila pancasila yang tercantum di dalamnya merupakan nilai – nilai dasar yang sepatutnya melandasi penyelenggaraan pemerintah yang demokratis
            Pelaksanaan Demokrasi di indonesia dalam perjalananya mengalami perubahan bentuk Demokrasi yang pernah dilaksanakan di indonesia.
1.      Periode 17 agustus – 5 Juli 1959 (Demokrasi parlementer).
Demokrasi pada masa ini dikenal dengan sebutan Demokrasi parlementer. Sistem ini mulai berlaku sebulan setelah kemerdekaan diproklamasikan. Sistem ini diperkuat dalam UUD 1949 (konstitusi RIS) dan UUD 1950.
Sistem ini tidak cocok di indonesia ditunjukan dengan melemahnya persatuan bangsa dalam UUDS 1950 Badan Eksekutif terdiri dari presiden sebagai Kepala Negara Konstitusi Nasional dan Perdana Mentri sebagai Kepala Pemerintahan
2.      Periode Demokrasi terpimpin (5 juli 1959 – 1965)
Dengan adanya dekrit presiden 5 juli 1959 UUD 1945 dinyatakan berlaku lagi dan UUDS 1950 dinyatakan berakhir dekrit presiden diterima oleh rakyat dan di dukung oleh Mhakamah Agung, presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR kedudukan DPR dan presiden dibawah MPR
      Pandangan A. Syafe’i Ma’arif demokrati terpimpin sbebenarnya ingin menempatkan soekarno sebagai ayah dalam family besar yang bernama indonesia dengan kekuasaan terpusat berada ditengahnya. Dengan demikian kekeliruan yang besar dalam Demokrasi terpimpin. Soekarno adalah peningkatan terhadap nilai Demokrasi yaitu absolutisme dan terpusatnya kekuasaan hanya diri pemimpin.



3.      Demokrasi Pancasila pada masa orde baru (1966-1998)
Di awal kebangkitanya, orde baru bercita – cita untuk menjalankan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen . sampai dengan tahun 1970, proses pembangunan di indonesia masih dibawah koridor pancasila dan UUD 1945.
Dibidang politik, terjadi tirani mayoritas oleh salah satu partai politik bahkan peran militer lebih dominan dibanding dengan peran sipil.
Puncak kekuasaan orde baru berakhir pada tahun 1998, yaitu dengan munculnya perlawanan rakyat melalui gerakan revorman 21 mei 1998 yang berani menurunkan presiden soeharto dan jabatannya sebagai presiden Republik Indonesia yang telah berkuasa selama 32 tahun.
4.      Demokrasi Era Revorman (1998 – sekarang)
Orde revormasi ditandai dengan turunya presiden soeharto pada tanggal 21 mei 1998. Jabatan presiden kemudian di isi oleh wakil presiden Dr. Ir. B. J Habibie Turunya soeharto karna tidak adanya lagi kepercayaan dari rakyat pemerintahan orde baru. Bergulirnya reformasi yang menggiring kerunTuhan rezim tersebut menandakan tahap awal bagi transisi Demokrasi indonesia. Transisi Demokrasi indonesia dalam fase ini akan ditentukan kemana arah Demokrasi akan dibangun.

f. Penerapan Buadaya Demokrasi Dalam Kehidupan Sehari – hari         
            a. Dilingkungan Keluarga
                        - kesediaan untuk menerima kehadiran sarak saudara.
                        - Mengahrgai pendapat anggota keluarga lainnya
                        - senantiasa musyawarah untuk pembayaran kerja
                        - terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama
            b. Dilingkungan Masyarakat
                        - Bersedia mengakui kesalahan yang dibuatnya
                        - kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi
                        - menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya
                        - menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi
- tidak merasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.

c. dilingkungan Sekolah
- bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membedakan
- Menerima teman – teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama
- Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita,
- mengutamakan musyawarah membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah

d. dilingkungan kehidupan bernegara           
            - bersedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas.
            - kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya  
- memiliki kejujuran dan integritas
- memimiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik
- menghargai hak – hak kaum minoritas
- menghargai perbedaan yang ada pada rakyat
- mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan bersama untuk menyelesaikan masalah – masalah kenegaraan.









BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.      Paham Demokrasi yang memberi penekanan pada pemerinatahan rakyat mengandung arti bahwa kekuasaan tertinggi dipegang oleh rakyat. Dengan demikian, perlu kita pahami bahwa istilah Demokrasi bertolak dari suatu pola pikir bahwa manusia diperlakukan dan ditempatkan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan.
2.      Secara etimologis istilah Demokrasi berasal dari bahsa Yunani”Democratia” yang terdiri dari dua kata yaitu,  “demos yang berarti rakyat dan kratos/krateien. Yang berarti kekuatan atau pemerintahan.
3.      Secara harpiah Demokrasi berarti kekuatan rakyat atau suat bentuk pemerinatahan Negara dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
4.      Demokrasi secara sederhana dapat diartikan pemerinatahan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. “ artinya bahwa rakyat mayoritas mempunyai suara yang menentukkan dalam proses perumsan kebijakan pemerintah melalui saluran – salran yang tersedia. Seperti partai politik, kelompok kepentingan, kelompok penekan, dan melalui pendapat umum.”
5.      Pada perjalananya Demokrasi di Indonesia mengalami pasang surut, tensi Tinggi politik di Indonesia telah menyebabkan jatuh bangunnya kekuasaan otoriter menuju Demokrasi yang sesuai harapan Rakyat.

B.      Saran-saran
Kepada semua rekan-rekan Mahasiswa dan Pembaca dalam menyikapi permasalahan didalam negeri tentunya harus mengedepankan Semangat Demokrasi yang dilandasi semangat kekeluargaan dan gotong royong untuk mewujudkan Negara Indonesia yang maju dan berkeadilan.

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
1.1     Tujuan 2
1.2     Rumusan Masalah 3

BAB II PEMBAHASAN 4

BAB III PENUTUP 11
3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran-saran 11

Daftar Pustaka

















KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb
Puji syukur senantiasa kami Panjatkan Kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas Rahmat dan karunianya yang telah diberikan kami dapat menyusn makalah yang berjudul “Demokrasi”
Dalam penyusunannya penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih dan kepercayaan yang begitu besar serta kepada dosen pendidik yang memberi bimbingan dalam menysun makalah ini, semoga makalah ini bias memberikan sedikit pengetahan dan menentukan pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

                                                                                    Malingping,  9 oktober 2012


                                                                                                Penyusun







DAFTAR PUSTAKA

1.     Budiyanto, MM”Demokrasi dan sistem Pemerintahan Negara” Jakarta : PT. Gelora Aksara Pratama 2006
2.     Joenarto, SH”Demokrasi dan Sistem Pemerintahan Negara” Jakarta PT. Bima Aksara. 1981
3.     www.wikipedia.org/wiki/demokrasi















DEMOKRASI
(Makalah)
                 Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pendidikan Kewarganegaraan

Description: E:\My Pictures\My Logos\Logo\FKIP.JPG
 









DISUSUN OLEH                 :

*      UJANG HENDRI
*      WITA VENI AGUSTIANA
*      N. RINI NOVAYANI
*      NUNUNG NURAENI
*      MELVA OKTAVIA
*      YAYU YULIAWATI


FKIP UNMA MALINGPING
JL. RAYA BAYAH MALINGPING LEBAK – BANTEN
2012








 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BAHAN AJAR GURU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger